Home / Kamus / USSD Call Back (UCB)

USSD Call Back (UCB)

USSD Call Back (UCB) adalah sebuah layanan yang memungkinkan pelanggan pra-bayar (pre-paid) untuk melakukan call selama pelanggan tersebut  roaming di luar negeri. Dimana call diakukan dengan cara men-dial kode akses USSD, dan diikuti oleh nomor tujuan. Sebagai contoh pelanggan  seorang pelanggan simpati (pre-paid Telkomsel) yang akan melakukan call ke nomor tujuan PSTN yang berada di Jakarta (misalnya nomornya 021-546789) dengan menggunakan UCB, maka yang harus didial oleh pelangan tersebut adalah kode UCB Telkomsel dan dikuti oleh nomor pelanggan lengkap dengan kode negara Indonesia (62)  dan kode area Jakarta (21), yaitu *131*+6221546789# .

USSD sendiri adalah salah satu service GSM yang memungkinkan komunikasi dua arah secara cepat antara mobile user/handset dengan aplikasi di jaringan GSM yang dilakukan dengan menekan digit2 tertentu yang biasanya didahului oleh karakter * dan diakhiri oleh karakter  # .

Penggunaan UCB ini dilakukan karena proces charging untuk pelanggan prabayar harus dilakukan secara realtime oleh system Intelligent Networh (IN) di sisi HPLMN, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi negative balance yang merugikan service provider. Hal ini dimungkinkan karena dengan menngunakan UCB, maka control pada sebuah hubungan pembicaraan sepenuhnya di-handle oleh network lement di Home PLMN. Sedangkan proces realtime charging ini akan sangat sulit dilakukan bila pelanggan pre-paid  berada di luar negeri, karena adanya ketidak-kompatible-an  antara jaringan HPLMN dan VPLMN. Inilah yang menjadikan UCB banyak dipilih sebagai solusi alternatif untuk pelanggan pre-paid yang sedang roaming diluar negeri bila dibandingkan dengan solusi lain, misalnya dengan menggunakan CAMEL.  Sebenarnya, pelanggan pre-paid yang roaming di luar negeri dapat melakukan call tanpa menggunakan UCB (mendial langsung nomor tujuannya), syaratnya ialah operator HPLMN dan VPLMN sama-sama menggunakan CAMEL. Hanya saja saat ini,  tidak semua operator (bahkan sangat jarang) menggunakan CAMEl  di jaringannya. Sehingga UCB dipandang sebagai solusi yang paling murah dan mudah saat ini.

Gambar di atas menunjukan blok diagram sebuah panggilan yang dilakukan oleh pelanggan seluler yang sedang roaming di luar negeri dengan menggunakan UCB. Bila pelanggan pre-paid tersebut akan melakukan call ke pelanggan seluler lain yang merupakan pelanggan HPLMN-nya, maka alurnya adalah sebagai berikut :

  1. 1.Pelanggan A mendial kode akses USSD Call Back (UCB) diikuti oleh kode negara dan nomor tujuan (B number). Panggilan UCB selalu dimulai dengan tanda * dan diakhiri dengan karakter #. Misalnya : *131*+6281156789# .
  2. Network element di visited PLMN akan menerima digit-digit  yang didial oleh A number dan mengealinya sebagai panggilan USSD. Berikutnya, panggilan USSD ini akan diteruskan ke HLR di Home PLMN.
  3. HLR akan mengenali panggian USSD ini sebagai panggilan USSD Call Back (UCB) dan akan meneruskannya ke swith UCB.
  4. Setelah menerima informasi permintaan panggilan UCB dari HLR, switch UCB akan melakukan komunikasi dengan IN (Intelligent Network) untuk mengetahui informasi tentang status pelanggan A number (blocked/free),  dan juga infromasi tentang jumlah pulsa yang dimilikinya. Pengecheck jumlah pulsa ini dilakukan untuk mengetahui apakah A number masih memiliki pulsa yang cukup untuk melakukan sebuah panggilan UCB (roaming call) yang biasanya tarif lebih mahal dari tarif call biasa. Di beberapa system IN,  fungsi switch UCB sudah termasuk dalam system IN tersebut, artinya dalam sistem IN-nya sudah ada sistem UCB (IN dan UCB dalam satu system yang sama).
  5. Jika dari IN diperoleh data bahwa pelanggan A status-nya aktif dan pulsa yang dimilikinya masih cukup untuk melakukan panggilan UCB, maka IN system akan men-triger panggilan  pelanggan B-number dan kemudian ke pelanggan A-number.
  6. Pada saat hubungan pembicaraan sudah terjadi,  UCB system dan IN system akan selalu berkomunikasi untuk melakukan update pulsa pelanggan A-number di IN (pengurangan pulsa online/charging online). Bila saat pembicaraan  sedang berlangsung tapi pulsa pelanggan A-number sudah berkurang sampai jumalh yang tidak memenuhi untuk melakukan pembicaraan UCB (roaming) maka IN akan mentriger perintah untuk memutuskan pembicaraan yang sedang berlangsung.

Beberapa kelebihan dari penggunaan UCB ini adalah :

  • Proces charging dapat dilakukan secara reltime.
  • Biaya implementasinya murah dan procesnya mudah (bila dibandingkan dengan CAMEL).
  • Kompatible untuk semua operator GSM, karena USSD adalah service standart dalam jaringan GSM.

About abusajid

2 comments

  1. Thanks penjelasannya. jadi ngerti kenapa UCB lebih murah daripada regular call.

  2. Apabila konsumen merasa tdk prnh mengaktifkan servis melalui UCB, bagaimana caranya pihak provider membuktikan kpd konsumen bhw mereka telah menerima perintah melalui sistem UCB tsb?. Dan brp lama data/bukti pengaktifan service melalui UCB tsb tersimpan pd database provider?.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*