Home / Berita Telekomunikasi / Membangun Masyarakat Digital di Kawasan Terpencil Indonesia dengan MPLIK

Membangun Masyarakat Digital di Kawasan Terpencil Indonesia dengan MPLIK

Peran signifikan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dalam penyelenggaraan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) di wilayah-wilayah terpencil, khususnya di kawasan timur Indonesia merupakan bentuk kepedulian pada pembangunan di wilayah tersebut. Peran signifikan Telkom telah memperkuat upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Connected, yakni dengan memberikan akses internet yang mudah, murah dan aman bagi masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Indonesia

Dalam penyelenggaraan MPLIK, Telkom menggelar sebanyak 6 paket pekerjaan, antara lain Paket 4 (Jambi, Riau, Kepulauan Riau), Paket 12 (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo), Paket 13 (Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara), Paket 14 (Sulawesi Selatan), Paket 17 (Kalimantan Tengah), Paket 20 (Papua dan Irian Jaya Barat).

“MPLIK merupakan program pemerintah untuk mengedukasi masyarakat, bekerjasama dengan Telkom Speedy yang menjadi pelaksana utama melaksanakan program Indonesian Connected,” kata Ketua Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Santoso.

Santoso menuturkan, pemerintah mengharapkan akses internet juga dapat menjangkau pulau-pulau terpencil di Indonesia. Oleh karenanya sebanyak 1907 unit MPLIK disebar ke seluruh wilayah tersebut. “Skema layanan internet, bergantung pada topografi wilayah, sebab selama ini Indonesia terdiri dari kepulauan, sehingga bagi wilayah yang tidak tersedia layanan kabel akan menggunakan akses satelit, atau VSAT,” lanjut Santoso. Operasional MPLIK sendiri dibiayai oleh pemerintah daerah selama 4 tahun.

Menyediakan layanan Internet di seluruh Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Menurut Santoso, semangat membangun jaringan kabel broadband akses internet untuk menghubungkan kepulauan Indonesia sudah dicanangkan sejak tahun 1972. Pengadaan MPLIK dibiayai oleh BP3TI dan diperoleh dari pemerintah yang memungut dana Universal Service Obligation (USO) sebesar 1,25 persen dari pendapatan operator telepon seluler sejak 2005.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi, Prof. Dr. Ing. Kalamullah Ramli menambahkan unit MPLIK dilengkapi sejumlah fasilitas yang meliputi lima terminal untuk user berupa laptop, genset, server, dan antena VSAT. “Akses internet yang disediakan sekitar 256 Kbps, dan sudah dilengkapi software Nawala untuk memastikan penggunaan Internet Sehat dan Aman,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat mendukung program Broadband Ready yang kini tengah digencarkan Telkom. Melalui Broadband Ready, Telkom akan meningkatkan kualitas jaringan kabelnya, sehingga semua rumah dapat menikmati akses internet broadband berkecepatan tinggi.

via Telkom

About wiraand

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*