Home / Berita Telekomunikasi / Combat Tanpa BTS Pertama di Planet Bumi

Combat Tanpa BTS Pertama di Planet Bumi

Pada hari Jumat (16/8), di Cipanas Jawa Barat, Direktur Network Abdus Somad Arief, atau yang biasa disapa dengan panggilan ASA, meninjau salah satu inovasi Radio Access Engineering Department, yang diklaim oleh Head of Department, Rury Nazif, sebagai  “Combat Tanpa BTS Pertama di Planet Bumi”.

Combat (Compact Mobile BTS) adalah BTS inovasi Telkomsel yang bisa dibawa ke mana-mana, atau BTS Bergerak. Maka “Combat Tanpa BTS” merupakan varian dari BTS Bergerak ini.

Teknologi SDR (Software Defined Radio) dan miniaturisasi perangkat, pemisahan antara unit-unit utama perangkat BTS, yaitu unit baseband dan unit radio, membawa dampak yang cukup signifikan pada ukuran BTS dan konfigurasi jaringan karena unit-unit utama perangkat BTS bisa ditempatkan pada lokasi berbeda dengan dimensi yang mengecil.

Perubahan konsep dan perkembangan teknologi BTS yang memungkinkan fleksibilitas konfigurasi perangkat BTS membuka kesempatan kepada kawan-kawan Radio Access Engineering untuk berinovasi dengan desain BTS.

“Telkomsel harus terus melakukan inovasi karena teknologi juga terus berkembang. Kita harus pintar-pintar menerapkan teknologi baru dalam jaringan kita,” kata ASA di lokasi Combat BTS. “Oleh karena itu saya mendesak kawan-kawan agar terus memikirkan solusi-solusi yang rendah secara CAPEX dan hemat secara OPEX, untuk dapat diimplementasikan di network Telkomsel.”

“Combat Tanpa BTS Pertama di Planet Bumi” ini mulai aktif melayani pelanggan tanggal 14 Agustus 2013 pukul 01:49 WIB. Menurut Rury, inovasi ini dibuat untuk menyambut dirgahayu Republik Indonesia yang ke-68. Inovasi ini akan merevolusi cara Telkomsel menggelar jaringan BTS menjadi lebih cepat, lebih akurat, lebih efisien dan tentunya lebih murah.

Sebulan sebelumnya, Rury dan team berhasil mengimplementasikan “BTS Tanpa BTS”,  yakni  BTS tanpa perangkat BTS konvensional.  Menurut Rury, jika BTS yang dikenal selama ini terdiri dari beragam perangkat mulai dari unit baseband, unit radio, antena, rectifier, battery, ACPDB, IDU/ODU microwave. Maka dengan “BTS tanpa BTS” sebagian besar dari perangkat itu bisa dihilangkan dengan hanya menyisakan unit radio, antena dan unit radio microwave atau FSO (Free Space Optical). Akibatnya, kompleksitas, konsumsi listrik dan ukuran BTS dapat dikurangi secara drastis.

Oleh karena itu, “Combat Tanpa BTS”, hanya membutuhkan trailer, antena dan unit radio RF dan transmisi dan tiang antena. Jika “BTS Tanpa BTS” mempercepat masa gelar BTS dengan biaya modal dan pemeliharaan yang lebih rendah, maka “Combat tanpa BTS” selangkah lebih efektif lagi.

Menurut Rury, dengan berkurangnya kompleksitas BTS, CAPEX bisa ditekan dikisaran 20-30%, sementara dengan berkurangnya konsumsi listrik dan ukuran BTS, OPEX bisa ditekan sekitar 30-40%; angka yang sangat signifikan disaat pertumbuhan revenue hanya dikisaran 10-15%. Dan yang tak kalah pentingnya, pembangunan BTS bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat dan jauh lebih akurat untuk menangkap peluang baru, meningkatkan ARPU dan jumlah pelanggan, always leading from competitor.

Great minds discuss ideas,” kata Rury mengutip kalimat bijak Eleanor Roosevelt, “Kalimat sederhana ini senantiasa mendorong kami insan-insan Telkomsel untuk terus mengimplementasikan salah satu ‘Telkomsel Way’ yaitu ‘Practices to be the Winner’ melalui ‘Great Innovation’.”

Tak berhenti di sini, para inovator ini terus berkarya dengan merancang tower dan rooftop pole yang lebih ringkas, knockdown, disesuaikan dengan spesifikasi konsep baru ini. Semua inovasi ini rencananya akan diimplementasikan di empat atau lima cluster di Jawa Barat, sebelum di-rollout lebih luas lagi.

Direktur Network menyambut baik karya-karya kreatif seperti ini dan memberikan arahan agar inovasi ini distandarkan dan dibuatkan Protap untuk diimplementasikan di seluruh Indonesia.

“Kita welcome dengan inovasi-inovasi semacam ini karena Telkomsel harus terus berinovasi, atau kita ditinggal pesaing yang lebih inovatif. Seperti ada ungkapan yang mengatakan ‘Innovate or die’, kita juga akan terus berinovasi tanpa henti,” kata ASA menutup arahannya di depan “Combat Tanpa BTS Pertama di Planet Bumi.”

About wiraand

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*